sejarah

Sejarah Pondok

Sejarah Berdirinya Pondok Modern Al Muttaqin Jayapura

Berawal dari sebuah masjid yang terletak di kawasan Buper, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Masjid Al Muttaqin menjadi saksi lahirnya sebuah cita-cita besar dalam dunia pendidikan Islam. Pada masa itu, letak masjid yang relatif terpencil dan jauh dari keramaian membuat jumlah jamaah sholat lima waktu masih sangat terbatas, bahkan tidak lebih dari sepuluh orang. Kondisi tersebut semakin terasa pada waktu salat Subuh, ketika masjid kerap lengang dan hanya segelintir jamaah yang hadir untuk menunaikan ibadah.

Di tengah keadaan tersebut, Ustadz Drs. H. Yatiman, M.Si., selaku Imam Masjid Al Muttaqin, tergerak untuk melakukan sebuah ikhtiar sederhana yang kelak menjadi awal dari perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan Islam. Beliau berinisiatif menampung tiga hingga lima orang anak yang tinggal di sekitar masjid. Anak-anak tersebut diharapkan dapat membantu merawat kebersihan dan menjaga keberlangsungan aktivitas masjid, sekaligus menjalankan tugas sebagai muazin pada setiap waktu salat. Namun, ikhtiar itu tidak berhenti sebatas memakmurkan masjid. Mereka juga akan dibekali pendidikan agama, pembinaan akhlak, serta kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal di sekolah terdekat.

Gagasan sederhana tersebut mendapat sambutan positif dari Bapak Buhadi, S.P., selaku Ketua Pengurus Masjid Al Muttaqin, dan Bapak Drs. Andi Irwansyah, selaku Wakil Ketua Pengurus Masjid Al Muttaqin. Dukungan dan kepedulian mereka menjadi energi awal bagi tumbuhnya sebuah pemikiran yang lebih besar: bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, dan pengembangan peradaban Islam.

Melalui serangkaian musyawarah dan pertimbangan bersama, lahirlah sebuah cita-cita yang melampaui gagasan awal tersebut, yakni mendirikan lembaga pendidikan berbasis pesantren yang mampu memadukan pendidikan agama (dinullah) dengan ilmu pengetahuan umum sebagai bagian dari pengenalan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta (sunnatullah). Pendidikan tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang berilmu, tetapi juga membentuk pribadi yang beriman, berdisiplin, mandiri, serta memiliki akhlak yang mulia.

Sebagai langkah nyata untuk mewujudkan cita-cita itu, pada tanggal 24 November didirikan Yayasan Al-Muttaqin, sebuah wadah yang menjadi fondasi bagi lahir dan berkembangnya Pondok Modern Al Muttaqin. Dari niat memakmurkan sebuah masjid, tumbuh tekad untuk membangun lembaga pendidikan yang kelak menjadi tempat bernaung, belajar, dan menempa masa depan generasi Muslim di Papua.

Perjalanan tersebut memasuki babak baru pada 20 Agustus 2007, ketika kegiatan pembelajaran jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Modern Al Muttaqin secara resmi dimulai. Dengan segala keterbatasan yang ada, langkah pertama itu diikuti oleh 8 orang santri perdana yang berasal dari kawasan transmigrasi Arso dan Taja. Mereka menjadi bagian dari generasi perintis yang menandai dimulainya perjalanan pendidikan Pondok Modern Al Muttaqin. Kehadiran mereka bukan sekadar menambah jumlah peserta didik, melainkan menjadi simbol harapan dan keyakinan bahwa pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dapat tumbuh dan berkembang di tanah Papua.

Tiga tahun kemudian, semangat untuk memperluas kesempatan pendidikan kembali diwujudkan melalui pembukaan jenjang Madrasah Aliyah (MA). Sebanyak delapan orang santri menjadi angkatan pertama yang melanjutkan pendidikan mereka di jenjang tersebut. Kehadiran MA menjadi bukti nyata dari komitmen Pondok Modern Al Muttaqin untuk mendampingi perjalanan pendidikan santri secara berkelanjutan, dari tingkat menengah pertama hingga menengah atas, dalam lingkungan pendidikan yang memadukan ilmu, iman, dan akhlak.

Demikianlah, Pondok Modern Al Muttaqin lahir bukan dari kemewahan fasilitas ataupun besarnya jumlah jamaah, melainkan dari kepedulian, keikhlasan, dan cita-cita luhur untuk membangun generasi yang lebih baik. Sebuah inisiatif kecil untuk menghidupkan masjid perlahan berkembang menjadi perjuangan besar dalam bidang pendidikan. Dari masjid yang dahulu relatif sunyi, tumbuh sebuah lembaga yang membawa harapan bagi masa depan generasi Muslim.

Sejarah ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali bermula dari langkah sederhana, ketika kepedulian dipertemukan dengan keikhlasan dan diperkuat oleh kebersamaan. Pondok Modern Al Muttaqin merupakan buah dari ikhtiar tersebut, sekaligus amanah untuk terus melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam keimanan, dan luhur dalam akhlak, demi agama, bangsa, dan masa depan Papua.

WhatsApp